Jumat, 29 Juli 2011

Happy Bday Daddy





Jumat, 29 Juli 2010

Hari ini adalah hari ulang tahun Papa tercinta, Ir.Bachtiar Saida,M.Si.

Tepat pada tanggal ini, beliau seharusnya berusia 42 tahun. Namun, sayangnya beliau tidak dapat merasakan bertambahnya usia, karena pada usia 39 beliau telah di panggil kembali ke Sang Pencipta.

Papa, ingin sekali aku menyampaikan rasa rinduku kepadamu. Namun apa daya, ruang yang berbeda membuat keterbatasan akan hal tersebut. Oleh karenanya, lewat sedikit kata-kata dalam blog ini ku titipkan doa danharapan ku kepadamu serta semua kesan-kesan tentangmu yang selalu membuatku rindu. Rindu,,

Papa ada sesosok Pria yang sangat luar biasa. Beliau selalu mengajari aku tentang bagaimana artinya SABAR. Hal ini bukan hanya diajarkan, namun beliau juga menjadi teladan Papa yang penyabar dalam keluarga. Beliau tidak pernah sekalipun memukuli anaknya, bahkan memarahi pun dapat dihitung. Beliau selalu mendidik kami, anak-anaknya dengan cara menegur secara halus namun tegas, pelan namun lugas, singkat namun logis, lembut namun berbobot. Begitu lah beliau.

Papa juga adalah seorang Suami yang sangat penyayang, menurut pandanganku. Hal ini terlihat karena tidak pernah Papa dan Mama berantem sampai heboh. Ya,, sesekali ada lah namun tidak pernah sampai suara meninggi, lempar-lempar barang apalagi pisah ranjang yang kayak di TV gitu, Hehe. Ya, selain itu Papa pun tipikal Suami yang romantic. Beliau tidak pernah enggan atau malu untuk mengungkapkan rasa sayangnya kepada Mama dimana saja. Bahkan terkadang bukan hanya mengungkapkan tapi juga mengekspresikan rasa sayangnya tersebut kepada Mama. Hal tersebut membuatku mengidamkan sosok seperti Papa yang akan menjadi pendamping hidupku kelak, Amin.

Papa juga adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada Orangtuanya. Beliau begitu saying dan peduli kepada Ina, Ibunda beliau juga Baba, Ayahanda beliau. Hal ini begitu terlihat jelas karena Papa merupakan salah satu anak kesayangan dari Ina dan Baba.

Dan Papa juga adalah menantu yang sangat baik. Hal ini terlihat saat Mami, Ibunda Mama sakit dan harus rawat inap di Rumah Sakit, Papa langsung mengalihkan penerbangan Jkt-Lwk, menjadi Jkt-Mnd. Awalnya Papa mau langsung ke Luwuk via Jakarta. Namun, karena mendengar Mami masuk Rumah Sakit, maka Papa langsung memutuskan menuju ke Manado. Hal ini membuat Papa menjadi menantu yang disayang Mami dan keluarga.

Hmmm, pokoknya Papa adalah Papa nomor 1 deh,, kalo bisa nomor 1 dari nomor 1 yang lain.

Dan kenangan yang terindah bersama Papa adalah saat Lebaran terakhir bersama Papa. Kami sekelurga berkumpul di Manado bersama 2 saudara Mama yang lain beserta keluarga mereka. Kami berkumpul di Manado untuk Lebaran bersama. Sebelumnya kami juga berkumpul untuk melakukan foto keluarga bersama, semuanya. Foto itu juga dijadikan Frame di Ruang Tamu dengan ukuran besar. Dan tau gak siapa yang menyusulkan pembuatan foto keluarga tersebut? Papa. Hmm,, terkadang terlintas dipikiranku bahwa Papa telah mempersiapkan semuanya. Beliau mau membuat kesan terindah sebelum beliau pergi untuk selamanya. Hal itu semakin menguat di pikiranku saat Lebaran, kami di ajak ke wisata di Tomohon oleh Papa. Dan herannya, kami yang biasanya tidak berwisata di daerah Manado kini mengunjungi semua daerah wisata di Manado. Dan lagi-lagi yang mengajak adalah Papa. Sebegitu sayangnya beliau kepada keluarganya, sampai-sampai beliau ingin membahagiakan keluarganya sebelum beliau kembali kepada-Nya.

Sebelum meninggal pun, Papa seakan telah mempersiapkan semuanya. Ketika keadaan beliau kritis d Rumah Sakit,ke enam saudara Papa datang menjenguk semua. Meski mereka mempunyai banyak pekerjaan, namun kesemua saudara Papa datang dari berbagai penjuru Tanah Air. Hal ini dikarenakan kondisi Papa yang memang sudah sangat memburuk. Namun setelah 1minggu keadaan Papa tiba-tiba membaik secara drastis. Hal ini mengakibatkan satu per satu saudara Papa mulai lega dan mereka pun pulang untuk melanjutkan aktifitas mereka yang pada umumnya sibuk. Dan ketika ke lima saudara Papa pulang, beberapa hari setelah itulah Papa meninggal.

Hal yang sangat menyedihkan adalah pada saat meninggal Mama Tua, Kakak tertua Papa yang sangat dekat secara emosional dengan Papa harus pulang ke Jakarta pada pagi hari tanggal 2 Februari 2009 dan malamnya pada tanggal yang sama, Papa menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa itu begitu menyesakkan dada bagi Mama Tua, dan bagi kami yang tau seberapa dekatnya Papa dan Mama Tua.

Dan pada saat-saat terakhirnya, syukur Alhamdulillah kami sekeluarga sedang berkumpul di Rumah Sakit. Ada Mama, aku dan adekku serta Om Tun Kakak kelima Papa yang merupakan saudara satu-satunya Papa yang menyaksikan kepergian Papa untuk selama-lamanya. Hal tersebut juga membuat aku semakin yakin, bahwa Papa telah merencakan kepergiannya. Terbukti dari adek yang seharusnya sudah pulang sore hari bersama Mami, namun di tahan oleh Papa dengan kata-kata, “Biar aza adek disini, biar nanti pulang ke rumah sama-sama kakak (aku)”.

Hmmm,, Papa,, sebegitu sayangnya Papa kepada keluarga sampai-sampai Papa ingin membuat kesan bahwa Papa sudah sembuh, agar semua keluarga tidak cemas terlebih Mama Tua yang memang tidak bisa mendengar berita yang menyedihkan. Dan pada saat terakhir Papa mengumpulkan kami sekeluarga di samping Papa agar bisa mengantarkan Papa ke peristirahatan yang terakhir.

Detik-detik terakhir Papa sangat membekas di ingatanku. Meski berkali-kali aku berusaha untuk melupakannya, karena dengan mengingat hal itu akan membuat aku selalu sedih tiada terkira. Namun selalu tidak bisa. Semakin aku berusaha melupakan semakin ingatan itu menjadi-jadi. Ya, satu-satunya cara adalah membuat ingatan detik terakhir Papa menjadi suatu kenangan yang indah, karena aku berkesempatan menyaksikan langsung kepergian beliau.

Sedikit doa, kakak haturkan untuk Papa tercinta,,
Ya Allah,,
Ampunilah dosa kesalahan beliau,,
Terimalah amal perbuatan beliau,,
Jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan siksa api neraka,,
Terangilah kubur beliau,,
Luaskanlah dan lapangkanlah kubur beliau,,
Berilah beliau kemudahan menuju surga terindahmu,,
Berikanlah beliau surga terindah-Mu,,
Semoga doa dihari istimewa ini, menjadi hadiah yang Papa tungu dan menjadi hadiah terindah untuk Papa.
Amin.

 I love u,, Daddy

4 komentar:

  1. semoga amal ibadahnya diterima disisinya..Amin.

    BalasHapus
  2. saya sampai menitikkan air mata .yang kuat ya dyn ... :)

    BalasHapus
  3. Iya Nizh,,
    Aku selalu kuat kuq,,
    Buktinya gag ada emotion "nangis" khan?
    :D

    BalasHapus